Selayang Pandang

img img-thumbnail img-responsive

ASAL USUL SEJARAH DESA WONOKERTO

<!--[if !supportLists]-->1.      <!--[endif]-->Desa Wonokerto terletak dikaki Gunung Anjasmoro, berbentuk memanjang, letak   perkampungannya dibukit, dalam arti dikanan kiri perumahan penduduk terdapat lereng ataupun jurang. Sebagian besar perkampungan/pemukiman penduduk ada di pinggir jalan Desa yang menghubungkan Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng dan Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam.

<!--[if !supportLists]-->2.      <!--[endif]-->Jumlah penduduk Desa Wonokerto 2313 Jiwa, jumlah KK Laki – laki  635 KK dan Wanita 126 KK. Jumlah KK keseluruhanya 761 KK Pekerjaan penduduk 75 % Petani,20 % Buruh tani dan 5 ?kerja Lain – Lain.

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Batas Desa Wonokerto :

<!--[if !supportLists]-->a.      <!--[endif]-->Batas Sebelah Utara           : Hutan Jati Kecamatan Mojowarno

<!--[if !supportLists]-->b.      <!--[endif]-->Batas Sebelah Timur           : Desa Sumberjo dan Panglungan Kecamatan Wonosalam

<!--[if !supportLists]-->c.       <!--[endif]-->Batas Sebelah Barat             : Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng

<!--[if !supportLists]-->d.      <!--[endif]-->Batas Sebelah Selatan       : Desa Carangwulung

<!--[if !supportLists]-->4.      <!--[endif]-->Asal Mula Sejarah Desa Wonokerto :

<!--[if !supportLists]-->1.      <!--[endif]-->Pada tahun 1770 sekolompok pendatang yang dipimpin oleh seorang bernama

P Soero membabat hutan belantara untuk dijadikan lahan pertanian dan perkampungan yang kemudian diberi nama kampung Wonogiri dan pak Soero diangkat sebagai Kepala kampung tersebut, kampung wonogiri inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Desa Wonokerto.

<!--[if !supportLists]-->2.      <!--[endif]-->Pada tahun 1795 sekelompok  pendatang baru  yang dipimpim oleh seorang bernama P. Legi mbabat hutan disebelah timur kampung Wonogiri yang kemudian menjadi kampung Sudimoro dengan pak Legi sebagai kepala kampung Sudimoro.

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Pada Tahun 1799 Pak Ten Drono bersama dengan pengikutnya membuka perkampungan disebelah Selatan kampung Wonogiri  yang kemudian diberi nama kampung Wonokerso dan Pak Ten Drono sebagai Kepala Kampung tersebut, dalam riwayatnya hutan yang dijadikan perkampungan oleh Pak Ten Drono pada waktu merupakan hutan yang sangat wingit sehingga tidak ada orang yang berani membabat hutan tersebut selain  P. Ten Drono.

<!--[if !supportLists]-->4.      <!--[endif]-->Pada tahun 1888  Pak Legi sebagai Kepala Kampung Sudimoro  meninggal Dunia sehingga kampung Sudimoro terjadi kekosongan pimpinan yang kemudian bergabung dengan kampung Wonogiri. Setelah penggabungan 2 ( Dua ) kampung tersebut maka Kampung Wonogiri menjadi ramai,sehingga berganti nama menjadi Kampung Wonokerto yang diambil dari kata bhs Jawa Kerto ( Ramai )dan Wono ( Hutan ) . Penggabungan 2 ( Dua ) kampung tersebutlah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Desa wonokerto,dan menurut riwayatnya hari penggabungan 2 ( Dua ) kampung tersebut terjadi pada hari Selasa Kliwon.Yang kemudian oleh seluruh Masyarakat Desa wonokero ditetapkan menjadi Hari jadi Desa Wonokerto dan  diperingati setiap tahunnya.

<!--[if !supportLists]-->5.      <!--[endif]-->Pada tahun 1893 Belanda menduduki Kampung Wonokerso dan mengusir Pak Ten Drono beserta warganya keluar dari kampung Wonokerso, dan kemudian oleh Belanda  dijadikan perkebunan karet. Pak Ten Drono berserta warganya kemudian bergabung dengan Desa Wonokerto.

Pada tahun tersebut juga Kepala Kampung Wonokerto / P. Soero meninggal dunia. Yang Selanjutnya sesuai dengan kesepakatan oleh semua warga Pak Ten Drono diangkat menjadi pengganti Pak Soero sebagai kepala kampung Wonokerso.Dan dalam perkembangannya Kampung Wonokerto menjadi Desa Wonokerto sampai sekarang.

<!--[if !supportLists]-->6.      <!--[endif]-->Pada tahun 1894 Kepala Desa Wonokerto  P. Ten Drono meninggal dunia, kemudian digantikan oleh P. Ras.

<!--[if !supportLists]-->7.      <!--[endif]-->Pada tahun 1897 Kepala Desa Wonokerto  P. Ras meninggal dunia , kemudian digantikan oleh P. Sarip.

<!--[if !supportLists]-->8.      <!--[endif]-->Pada tahun 1899 Kepala Desa Wonokerto P. Sarip meninggal dunia, Kemudian digantikan oleh P.Ibrahim.

<!--[if !supportLists]-->9.      <!--[endif]-->Pada tahun 1901 Kepala Desa Wonokerto P. Ibrahim berhenti , Kemudian digantikan oleh P. Las.

<!--[if !supportLists]-->10.  <!--[endif]-->Pada tahun 1903 kepala desa Wonokerto  P. Las berhenti, Kemudian digantikan oleh  Pak Palang

<!--[if !supportLists]-->11.  <!--[endif]-->Pada tahun 1905  sekolompok  pendatang yang dipimpin oleh seorang bernama P. Keminten membabat hutan disebelah barat Desa Wonokerto yang kemudian diberi nama Kampung Brongkol dan bergabung dengan Desa Wonokerto .

<!--[if !supportLists]-->12.  <!--[endif]-->Pada tahun 1908 Kepala Desa Wonokerto Pak Palang  meninggal dunia, kemudian digantikan oleh anaknya bernama Pak. Sali.

<!--[if !supportLists]-->13.  <!--[endif]-->Pada tahun 1927 Kepala Desa Wonokerto P. Sali berhenti digantikan oleh P. Timo, dan pada masa pemerintahan Pak Timo  tempat kelurahan berpindah berada di pedukuhan Brongkol dan berganti dengan pedukuhan Wonokerto hingga sampai sekarang.

<!--[if !supportLists]-->14.  <!--[endif]-->Pada tahun 1934 Kepala Desa Wonokerto  P. Timo  meninggal dunia, kemudian digantikan oleh anaknya bernama P. Rejo / Djoyoastro. Selama  P. Rejo / Djoyoastro menjabat Kepala Desa Wonokerto, pada tahun 1952 Belanda meninggalkan kekuasaannya di Kampung Wonokerso  dan oleh Pak Timo dijadikan 2 ( Dua ) pedukuhan yaitu pedukuhan Kersorejo yang diambil dari kata Rejo ( Ramai ) dan Kerso ( mau ) serta pedukuhan Pulerejo ( Rejo = Ramai dan Pule = Pohon Pule ). Dan sampai sekarang Desa Wonokerto menjadi 4 ( Empat ) pedukuhan :

 

<!--[if !supportLists]-->1.      <!--[endif]-->Pedukuhan Brongkol

<!--[if !supportLists]-->2.      <!--[endif]-->Pedukuhan Pulerejo / Wonogiri

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Pedukuhan Kersorejo

<!--[if !supportLists]-->4.      <!--[endif]-->Pedukuhan Sudimoro

 

<!--[if !supportLists]-->15    <!--[endif]-->Pada tahun 1969 Kepala Desa Wonokerto P. Rejo / Djoyoastro meletakkan jabatannya, karena terganggu kesehatannya. Selanjutnya sebagai pengganti P. Soedigdjo yang terpilih sebagai Kepala Desa Wonokerto pada taqnggal 23 April 1969 sampai  8 April 1984 dan pada tahun itu juga pemerintahan sudah terbentuk Pemerintahan Orde Baru / Pemerintahan Pembangunan, maka Kepala Desa P. Soedigdjo bersama rakyatnya melaksanakan pelita ( Pembangunan lima tahun )  tahap demi tahap.

<!--[if !supportLists]-->16    <!--[endif]-->Pada tanggal 08  April  1984 P. Soedigdjo meletakan jabatan karena sakit ( meninggal Dunia ).

Pada saat itu Desa Wonokerto kekosongan kepala Desa ,sertelah satu bulan kekosongan kepala Desa, maka kepala Dusun Brongkol yaitu P. Sugiarto pada tanggal 25  Mei  1984 diangkat sebagai Pjs. Kepala Desa Wonokerto sampai tanggal 27 Maret 1986. Selanjutnya sebagai penggantinya sdr Hartono yang terpilih sebagai kepala Desa Wonokerto pada tanggal 27 Maret 1986.

<!--[if !supportLists]-->17.  <!--[endif]-->Sampai dengan masa jabatan berakhir tanggal 15 mei 1994 berkaitan dengan Undang – undang nomor 5 tahun 1979 bahwa berlakunya kepala Desa selama 8 ( Delapan ) tahun mulai saat ini jabatan kepala desa Wonokerto mengalami kekosongan maka untuk mengisi kekosongan tersebut sesuai mesyawarah mufakat Desa maka P. Suwarji sebagai sek des. Diangkat menjadi Pjs. Kepala Desa Wonokerto.

<!--[if !supportLists]-->18.  <!--[endif]-->Pada tanggal 28 Oktober 1995 kepala Desa Wonokerto yang terpilih adalah Ibu Bariyah. Beliau menjabat sampai tahun 2004 dan diperpanjang sampai tahun 2007. dan waktu itu beliaunya mencalonkan kembali menjadi kepala Desa.  disaat Jabatan kepala Desa Wonokerto mengalami kekosongan, maka untuk pengisi kekosongan berdasarkan musyawarah Desa, Kepala Dusun Kersorejo P. Wakid menjabat sebagai Pjs.Kepala Desa Wonokerto sampai dengan pelaksanaan pemilihan kembali Kepala Desa . 

<!--[if !supportLists]-->19.  <!--[endif]-->Pada tanggal  9 Agustus 2007 kepala Desa yang  terpilih Ibu Bariyah,beliaunya menjalankan  tugas  sesuai dengan visi dan misinya yaitu membangun bersama masyarakat dari Sumber Daya Manusianya dibidang keagamaan dan sarana prasarananya dibidang pembangunan  dilingkungan Dusun masing – masing di wilayah Desa Wonokerto.

<!--[if !supportLists]-->20.  <!--[endif]-->Pada tanggal 5 Desember 2013 kepala desa yang terpilih bapak H. Bambang Kuswoyo,ST beliaunya menjalankan tugas sesuai dengan Visi dan Misinya meningkatkan sumber daya manusia,bidang agama,sosial, ekonomi dan pelayanan masyarakat serta melanjutkan pembangunan infrastruktur bersama – sama masyarakat Desa Wonokerto sampai dengan saat ini.

<!--[if !supportLists]-->21.  <!--[endif]-->Pada tanggal 5 Desember 2019 kepala desa yang terpilih Bapak Khoirul andik ,beliau menjalankan tugas sesuai dengan Visi dan Misinya  TERWUJUDNYA DESA WONOKERTO YANG MAJU,BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING,

<!--[if !supportLists]-->22.  <!--[endif]-->Sejak Tahun 1969 Kepala Desa Wonokerto  P. Rejo / Djoyoastro bersama Masyarakat Desa Wonokerto mengadakan kegiatan rutin bersih Desa yang diselenggarakan pada hari selasa kliwon bulan ruwah yang dilaksanakan sampai sekarang. Kegiatan tersebut adalah satu - satunya tradisi masyarakat  untuk memperingati hari jadi Desa Wonokerto ke 129, sekaligus syukuran hasil bumi kepada Tuhan Yang Maha Esa.  

Dan kegiatan tersebut di laksanakan setiap tahun sampai sekarang sebagai acara tahunan di desa Wonokerto sebagai wujud tasyakuran warga wonokerto.